Dari lokasi penggerebekan, tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkoba dalam skala serius. Barang bukti tersebut meliputi sabu-sabu seberat 36,52 gram, ekstasi 4,5 butir dengan total berat 2,41 gram, lima unit handphone, uang tunai Rp8.525.000, tiga timbangan digital, buku catatan penjualan sabu, hingga wadah minyak rambut dan ember yang dipakai untuk menyembunyikan narkotika.
Saat proses penindakan, sempat terdengar suara tembakan yang membuat warga sekitar terkejut. Brigjen Eko membenarkan adanya tembakan tersebut namun menegaskan bahwa itu merupakan tembakan peringatan. “Tembakan peringatan itu wajar ketika pelaku berusaha melarikan diri dan membahayakan petugas. Alhamdulillah situasi bisa segera dikendalikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa operasi ini bukan merupakan akhir, melainkan awal dari upaya membongkar jaringan pengedar yang lebih besar. BNNP Babel saat ini tengah menelusuri pemasok utama yang memasok narkotika kepada para tersangka. “Peredaran narkoba pasti melibatkan jaringan. Kami sedang mendalami siapa pemasoknya dan akan berkoordinasi dengan aparat lain untuk menyelesaikannya,” kata Brigjen Eko.
Brigjen Eko menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir kawasan rawan narkoba, terlebih jika telah meresahkan masyarakat. Ia mengapresiasi laporan warga yang selama ini aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut.
“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat. Penindakan seperti ini akan terus kami lakukan untuk membersihkan Babel dari narkotika,” pungkasnya.





