
Adapun lokus sasaran program ini mencakup 8 kecamatan dan 53 desa/kelurahan dengan prioritas pada 34 sasaran keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta (bayi di bawah dua tahun). Bantuan dari orang tua asuh mencakup dukungan nutrisi dan non-nutrisi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp15.300.000 per bulan.
Data dari Aplikasi e-PPGBM mencatat empat desa dengan prevalensi stunting tertinggi di Bangka Selatan tahun 2025, yakni Desa Rias (7,77%), Celagen (7,50%), Batu Betumpang (6,67%), dan Pongok (5,00%).
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh para pemangku kepentingan seperti perwakilan BAZNAS, IPeKB, dan DKPPKB, serta penyerahan bantuan simbolis. Dihadiri oleh Forkopimda, BKKBN, DP3ACSKB Provinsi Babel, dan sektor swasta, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi dalam percepatan penurunan stunting di Bangka Selatan.





