USAI SANTAP MBG, ENAM SISWA MUAL-MUNTAH HINGGA SESAK — RESPONS SPPG DIPERTANYAKAN

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan. Ketika penerima manfaat MBG mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang didistribusikan, seberapa cepat respons penyelenggara di lapangan?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena MBG bukan sekadar persoalan distribusi makanan. Ada rangkaian proses yang harus dipastikan berjalan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, kebersihan, penyimpanan, distribusi hingga pengawasan setelah makanan dikonsumsi.

Apalagi penerima program ini adalah anak-anak sekolah.

Karena itu, dugaan kejadian tersebut perlu segera ditelusuri secara objektif. Pemeriksaan terhadap kondisi para siswa, kronologi konsumsi, bahan makanan, proses pengolahan serta sampel menu yang dibagikan menjadi penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Apakah keluhan enam siswa tersebut berkaitan dengan menu MBG atau terdapat faktor lain?

Jawabannya harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta, bukan asumsi.

Yang jelas, enam siswa MI Al Arifin hari ini harus berhadapan dengan tenaga medis setelah menyantap makanan yang mereka terima dalam program MBG.

Program makan bergizi tentu harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan pangan dan respons cepat ketika muncul persoalan di lapangan.

Pos terkait