Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andre Ferly, menjelaskan bahwa pemenuhan standar klinik berkapitasi BPJS dan penyiapan apoteker merupakan pencapaian penting untuk menjamin penanganan medis WBP, mulai dari perawatan sakit ringan hingga penanganan kondisi darurat.
Usai memantau klinik, peninjauan berlanjut ke area peternakan ayam petelur yang dikelola rutan. Dalam kesempatan itu, Kakanwil memimpin langsung panen 304 butir telur dari populasi sekitar 700 ekor ayam produktif. Hasil panen telur segar ini nantinya didistribusikan serta dijual kepada penyedia bahan makanan guna mendukung keberlanjutan unit kegiatan produktif rutan.
Ade menegaskan bahwa program budidaya ini merupakan langkah konkret jajaran pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada pilar penguatan ketahanan pangan nasional.

“Hari ini kami melaksanakan kunjungan kerja ke Rutan Muntok untuk melihat langsung peternakan ayam petelur berkapasitas 700 ekor. Hasil panen hari ini mencapai kurang lebih 300-an butir telur ayam yang berkualitas dan sehat,” kata Ade.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, para warga binaan diharapkan mendapatkan bekal keterampilan berwirausaha di bidang peternakan sehingga siap dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Rutan Muntok, Andre Ferly, serta jajaran insan pers daerah, di antaranya Ketua DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Bangka Barat, Yopi Herwindo, dan perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).





