
Ia menjelaskan, pada tahap awal terdapat empat jembatan yang dibangun di wilayah Bangka Selatan, dan salah satunya yang telah selesai 100 persen berada di Kelurahan Teladan. Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Teladan dengan Kelurahan Ketapang, sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat.
“Harapan kami, jembatan ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat. Infrastruktur ini sangat penting untuk mempercepat akses, baik bagi pelajar, pekerja, maupun aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Danrem juga menyoroti perubahan signifikan dari kondisi sebelumnya. Ia menyebut, jembatan yang dulu masih berbahan kayu dan dalam kondisi rusak kini telah dibangun permanen, sementara akses jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini telah diperlebar dan lebih layak dilalui.
Sementara itu, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyampaikan apresiasi atas program Jembatan Garuda yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut berjalan sangat cepat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu masyarakat. Prosesnya cepat, dari penyampaian hingga pelaksanaan hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Ini tentu menjadi solusi nyata bagi kebutuhan infrastruktur di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, program yang diinisiasi TNI ini memiliki asas manfaat tinggi karena langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut di titik-titik lain yang masih membutuhkan infrastruktur penghubung.
“Kami berharap ke depan akan ada lagi jembatan-jembatan lainnya di Bangka Selatan. Terima kasih kepada Danrem dan Dandim yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Program ini sangat cepat, tepat, dan bermanfaat,” pungkasnya.





