PMI Babel Gelar Tiga Aksi Kemanusiaan Sekaligus di Bangka Selatan, Perkuat Edukasi Bencana hingga Pelestarian Lingkungan Menulis

BANGKA SELATAN, Radarnyamuk.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan melalui serangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (30/7/2026).

Dalam satu hari, PMI Babel menggelar tiga agenda penting sekaligus, yakni Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pemberian penghargaan kepada pendonor darah sukarela, serta penyerahan 800 bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah. Agenda diawali dengan pemberian penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu sesama melalui kegiatan donor darah secara rutin.

Usai penyerahan penghargaan, rombongan PMI Babel melanjutkan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 1 Toboali. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya, dan Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam sambutannya, Abdul Fatah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PMI Babel dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta masyarakat di bidang kemanusiaan, kebencanaan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun sejak usia dini melalui pendidikan yang terstruktur.

Melalui program SPAB, para pelajar dibekali pengetahuan mengenai mitigasi bencana, manajemen risiko, jalur evakuasi, hingga langkah penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat.

“Melalui kolaborasi ini kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, kepedulian terhadap sesama melalui donor darah sukarela, serta menjaga kelestarian lingkungan demi menciptakan masyarakat yang tangguh dan sehat,” ujar Abdul Fatah.

Mantan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tersebut menjelaskan bahwa isu kebencanaan, kemanusiaan, dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, lingkungan yang terjaga akan membantu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, sementara masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang mitigasi akan lebih siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, PMI Babel juga menyerahkan sebanyak 800 bibit pohon yang diharapkan dapat ditanam di berbagai lokasi di Bangka Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *