Pemkab Bangka Selatan Tanggapi Dugaan Perundungan Siswa SD yang Meninggal Dunia

Ia juga membantah tudingan bahwa pihak sekolah bersikap acuh tak acuh terhadap laporan perundungan. Menurutnya, laporan yang diterima pada Kamis, 17 Juli 2025 langsung ditindaklanjuti hari itu juga. Namun, saat hendak diinterogasi, beberapa siswa yang diduga terlibat sempat melarikan diri. Mereka kini telah dipanggil kembali dan dimintai keterangan.

Pihak sekolah juga telah meminta para siswa yang diduga terlibat dalam perundungan untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan komitmen tidak akan mengulangi tindakan serupa. Jika pelanggaran kembali terjadi, mereka siap menerima sanksi tegas, termasuk dikeluarkan dari sekolah.

Terkait ketidakhadiran guru dan kepala sekolah saat korban dirawat di rumah sakit, Anshori menjelaskan bahwa hal itu disebabkan korban sedang menjalani operasi, dan pihak sekolah memilih untuk tidak mengganggu proses penanganan medis.

Dalam kesempatan yang sama, Anshori menekankan pentingnya peran guru wali kelas dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, wali kelas tidak hanya berperan sebagai pengajar formal, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan sosial.

“Guru wali kelas memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa agar saling menghargai dan terbebas dari tindakan perundungan,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan akan memperkuat fungsi wali kelas serta sistem pengawasan internal di sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental siswa.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, perwakilan pihak sekolah, dan lembaga perlindungan anak. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menindak segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan dan memastikan kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *