Toboali, Radarnyamuk.com – Komunitas Literasi Budaya dan Seni (LIBAS) Bangka Selatan terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat.
Salah satu program yang akan digelar yakni menghidupkan kembali permainan tradisional yang pernah populer dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sebelum tahun 2000-an.
Kegiatan perdana dijadwalkan berlangsung pada Jumat (18/9/2026) di Himpang Lime Habang, Toboali, Bangka Selatan. Setelah pelaksanaan perdana, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda mingguan LIBAS Basel.
Program ini menjadi bagian dari visi dan misi LIBAS Basel dalam membangun wadah bagi penggerak dan pegiat literasi budaya serta seni yang kreatif, berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebudayaan.
Ketua LIBAS Basel, Yoelchaidir yang akrab disapa Nyerupe, mengatakan permainan tradisional dipilih karena memiliki nilai kebersamaan yang kuat. Permainan yang dahulu mudah dijumpai di lingkungan masyarakat kini mulai jarang dimainkan, terutama oleh generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi sekarang.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengembalikan tawa, menguatkan kebersamaan, dan memperkenalkan kembali permainan tradisional yang pernah populer kepada generasi sekarang,” ujar Yoelchaidir.
