Kades Nurdin Ajak Masyarakat Hadiri Hikuk Helawang, Warisan Budaya Nyelanding yang Tetap Lestari

Menurutnya, keberadaan tradisi tersebut memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Melalui Hikuk Helawang, masyarakat dapat saling berkunjung, saling mengenal, dan memperkuat hubungan persaudaraan. Ini adalah budaya yang mengajarkan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Nurdin juga mengajak seluruh masyarakat Bangka Selatan maupun masyarakat dari luar daerah untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang ke Desa Nyelanding pada 16 Juni 2026. Mari bersama-sama merayakan Tahun Baru Islam dengan penuh keberkahan dan kebersamaan. Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga,” katanya.

Selain menjadi sarana silaturahmi, Hikuk Helawang juga identik dengan penyajian berbagai hidangan khas yang disiapkan oleh masyarakat secara gotong royong. Tradisi saling berbagi makanan menjadi bagian penting yang mencerminkan keramahan dan kekompakan warga Desa Nyelanding.

Pemerintah Desa Nyelanding berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Hikuk Helawang diyakini akan tetap menjadi salah satu ikon budaya yang membanggakan bagi Bangka Selatan.

Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Desa Nyelanding ingin menunjukkan bahwa budaya dan nilai-nilai silaturahmi tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial. Tradisi Hikuk Helawang pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta memperkokoh identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *