Berdasarkan data tahun 2025, luas tambah tanam (LTT) padi di Bangka Belitung tercatat mencapai 18.419 hektare dari luas baku sawah sekitar 22.561,38 hektare, dengan indeks pertanaman (IP) sekitar 1,2. Angka tersebut menunjukkan bahwa peluang peningkatan indeks pertanaman masih cukup terbuka melalui percepatan tanam, pengelolaan pola tanam yang tepat, serta rehabilitasi lahan yang masih memiliki vegetasi berat maupun sedang.
Memasuki tahun 2026, melalui Satuan Tugas Swasembada Pangan Berkelanjutan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan target pengembangan seluas 3.927 hektare.
Target tersebut meliputi optimalisasi lahan seluas 1.500 hektare, luas tanam reguler 910 hektare, padi gogo 1.517 hektare, serta luas panen sekitar 818 hektare.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk delapan Brigade Pangan baru yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat sistem produksi pangan di daerah.
Namun hingga Februari 2026, luas tanam padi di Bangka Belitung baru mencapai sekitar 1.156,49 hektare. Sementara itu, potensi luas panen berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 5.138 hektare.
Gerakan Tanam Padi Bersama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat modernisasi pertanian. Dalam kegiatan tersebut, proses penanaman padi turut memanfaatkan teknologi drone guna meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian, mempercepat proses tanam, serta menghemat tenaga dan biaya produksi.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Tanam Padi Bersama menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami mengajak seluruh petani untuk terus bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Manfaatkan pendampingan dari para penyuluh serta teknologi yang tersedia agar hasil pertanian semakin meningkat,” kata Haris.
Ia juga berharap melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait, program percepatan tanam padi di Bangka Selatan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga melalui kerja sama dan inovasi yang terus diperkuat, upaya bersama ini dapat menghasilkan panen yang melimpah serta membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya.





