Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya preventif melalui edukasi, sosialisasi, pengawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat harus menjadi perhatian bersama.
Riza juga memastikan Pemkab Bangka Selatan siap mendukung berbagai langkah yang dilakukan secara bersama-sama. Sebab, dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas warga.
Sementara itu, Kolonel Marinir Inggit Dahana Setyawan menjelaskan bahwa Tim Satgas Karhutla Mabes TNI merupakan tim gabungan dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
“Kami ditunjuk langsung dari Mabes TNI. Tujuan adanya Tim Karhutla ini adalah agar tidak terjadi kebakaran hutan. Karena itu, kami hadir untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan serta selanjutnya berkolaborasi dan bersinergi bersama seluruh pihak,” katanya.
Menurutnya, penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api. Ia berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan, mengingat Bangka Selatan masih memiliki kawasan hutan yang harus dijaga bersama.
“Semoga di Bangka Selatan ini semuanya dapat kita atasi bersama dan tidak ada lagi titik api. Kita akan melakukan langkah-langkah pencegahan supaya lingkungan dan alam kita tetap lestari,” ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Bangka Selatan berharap pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan sehingga kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat dapat terus terjaga.





