“Forum ini tidak dimaksudkan untuk menggiring opini pro atau kontra. Tujuan utamanya adalah membuka ruang pemahaman yang utuh, berbasis data dan fakta, agar masyarakat bisa menilai isu PLTN secara rasional dan berimbang,” ujar Rikky saat jumpa pers bersama Ir. M. Natsir, Senin (2/2/2026).
Menurut Rikky, isu PLTN tidak bisa disikapi dengan pendekatan emosional atau asumsi semata. Dibutuhkan penjelasan menyeluruh, mulai dari aspek keselamatan, regulasi, teknologi, potensi manfaat, risiko, hingga tantangan sosial dan lingkungan yang mungkin muncul di Bangka Belitung.
Senada, Ir. M. Natsir menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam setiap agenda strategis nasional, khususnya yang berdampak jangka panjang terhadap wilayah dan generasi mendatang.
“Masyarakat Bangka Belitung berhak mendapatkan informasi yang lengkap dan objektif. Diskusi ini menjadi ruang pembelajaran bersama agar publik tidak menjadi korban disinformasi, tetapi subjek yang sadar dan kritis,” tegasnya.
Forum diskusi ini terbuka untuk umum dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari akademisi, profesional, mahasiswa, media, hingga masyarakat luas. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB.
Melalui forum ini, penyelenggara berharap lahir pemahaman publik yang lebih matang dalam menyikapi rencana PLTN—bukan sekadar setuju atau menolak, tetapi mampu menimbang secara cerdas demi pembangunan berkelanjutan dan masa depan Bangka Belitung. (KBO Babel)





