Belitung Timur Membara! Kantor Wasprod PT Timah Dibakar Massa

“Kami sudah cukup sabar saat harga beli kemarin anjlok akibat kendala Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) internal PT Timah,” ujar salah satu penambang di lokasi demonstrasi yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (7/8/2026).

“Sekarang, gara-gara penangkapan 52,5 ton kelar kemarin, semua mitra sama sekali tidak mau beli timah kami. Kalau begini terus, bagaimana nasib kami? Bagaimana kami bisa memberi makan anak dan istri jika satu-satunya mata pencaharian kami diputus?” lanjutnya dengan nada bergetar.

Kelesuan ekonomi yang mendadak runtuh dalam hitungan hari membuat keputusasaan warga berubah menjadi resistensi sosial. Di tengah kepulan asap pembakaran fasilitas kantor Wasprod, terdengar riuh seruan dari kelompok ibu-ibu yang turut bergabung dalam barisan massa.

Mereka menilai pemerintah daerah dan korporasi menutup mata terhadap urusan perut ratusan kepala keluarga yang bergantung penuh pada sektor komoditas ini.

“Bagaimana tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya? Setelah kejadian penangkapan ini, kami mau makan apa kalau PT Timah dan mitranya tidak mau membeli? Kalau tidak ada kejelasan dan solusi hari ini, habis ini kami geser aksi ke rumah Bupati Belitung Timur,” seru Nita, salah seorang ibu yang ikut berdiri di garis depan massa.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan personel kepolisian dari Polres Belitung Timur masih disiagakan penuh di sekitar lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah perusakan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak manajemen PT Timah Tbk dan Polres Belitung Timur untuk mendapatkan konfirmasi resmi terkait langkah penanganan hukum dan solusi atas tuntutan para penambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *