Pangkal Pinang, Radar Nyamuk.com ,-Perjalanan puluhan santriwati asal Bangka menuju Surabaya yang seharusnya berlangsung lancar justru berubah menjadi polemik yang menyita perhatian publik. Rombongan yang berjumlah 71 orang itu harus menghadapi situasi tak terduga saat hendak bertolak menggunakan maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 3823, Kamis (2/4/2026).

Rombongan yang dipimpin M. Farhan Adduha tersebut sebelumnya telah menjalani seluruh prosedur penerbangan sesuai ketentuan. Proses check-in dilakukan tepat waktu, tiket resmi telah dicetak, dan masing-masing penumpang bahkan sudah mengantongi boarding pass lengkap dengan nomor kursi.
Secara sistem, seluruh santriwati telah terdaftar sah sebagai penumpang dalam penerbangan tersebut.
Namun situasi mendadak berubah saat proses boarding berlangsung. Di tengah antrean menuju pesawat, pihak maskapai secara tiba-tiba menyatakan sebanyak 29 santriwati dalam rombongan tersebut berstatus “late” atau terlambat, sehingga tidak diizinkan melanjutkan penerbangan.
Keputusan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar.
Pasalnya, sebagian besar rombongan lainnya—sebanyak 41 santriwati—masih berada dalam antrean boarding dan tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses boarding belum sepenuhnya selesai saat keputusan tersebut diambil.

Lebih membingungkan lagi, seluruh bagasi rombongan diketahui telah lebih dahulu dimasukkan ke dalam pesawat. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya inkonsistensi dalam penerapan prosedur operasional standar (SOP) boarding oleh pihak maskapai.





