“Beasiswa dari awal kuliah sampai selesai, pokoknya kalian jaga nama daerah. Kalau sudah ada beasiswa jadi kalian manfaatkan dengan baik, dengan berprestasi. Sehingga bisa pertanggungjawabkan beasiswa ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, S.P., menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat 14 putra-putri daerah yang diusulkan dan dinyatakan lolos dalam program Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Namun, dalam proses persiapan keberangkatan, dua calon penerima memutuskan mengundurkan diri karena mempertimbangkan lokasi perguruan tinggi yang diterima cukup jauh dari tempat tinggal.
“Dari total 14 anak yang semula diusulkan dan berhasil mendapatkan beasiswa sawit, ada beberapa yang mengundurkan diri dikarenakan lokasi perguruan tinggi yang diterima dinilai terlalu jauh dari rumah. Oleh karena itu, jumlah akhir yang siap berangkat menetap menjadi 12 anak,” jelas Risvandika.
Ia menambahkan, 12 calon mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi perkebunan yang tersebar di wilayah Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM generasi muda, khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit. Para penerima beasiswa juga diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan nantinya memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, S.T., M.M., serta jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan.
