Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Yunihardi, S.P., M.M., menjelaskan, delapan titik KNMP tersebut meliputi Desa Tukak, Tanjung Ketapang, Serdang, Kepoh, Sadai, Tanjung Sangkar, Celagen, dan Pasir Putih.
Desa Tukak sebelumnya telah menjadi salah satu lokasi program KNMP, sedangkan tujuh titik lainnya menjadi lokasi pengembangan pada tahun 2026.
Dedy mengatakan, anggaran dari pemerintah pusat akan direalisasikan melalui pembangunan berbagai infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana pendukung aktivitas nelayan.
Fasilitas yang direncanakan antara lain jetty, pabrik es, gudang beku, sumber air bersih, serta sejumlah bantuan lainnya sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.
“Alokasi anggaran yang akan dikucurkan berupa infrastruktur dan sarpras seperti jetty, pabrik es, gudang beku, sumber air bersih dan beberapa jenis bantuan lainnya,” jelas Dedy.
Selain pembangunan fisik, program KNMP juga mencakup peningkatan perlindungan dan kapasitas usaha nelayan. Nelayan sasaran akan difasilitasi cakupan premi BPJS Ketenagakerjaan serta mendapatkan bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan usaha perikanan.
Dedy menambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap progres kegiatan di seluruh titik KNMP untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Berdasarkan data sasaran penerima manfaat, program KNMP di Bangka Selatan diproyeksikan berdampak kepada 1.953 nelayan atau sekitar 47,8 persen dari jumlah nelayan yang menjadi sasaran program.
Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp50 miliar dan pembangunan di delapan titik, Pemkab Bangka Selatan berharap KNMP mampu memperkuat sektor perikanan sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
