“Keterisolasian wilayah menjadi kendala utama mobilitas warga. TMMD datang untuk merajut asa, membangun konektivitas, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Letkol Agus.
Ia menambahkan, dengan terbukanya akses jalan yang lebih baik, diharapkan biaya angkut hasil panen dapat ditekan sehingga pendapatan petani meningkat. Selain itu, akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga akan semakin mudah dijangkau.
Antusiasme masyarakat Pulau Lepar terlihat jelas dalam setiap tahapan pengerjaan. Warga secara sukarela turut membantu proses pembangunan, mulai dari pengangkutan material hingga pekerjaan teknis ringan.
Bagi mereka, program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol kepedulian negara terhadap daerah terpencil.
Salah seorang warga mengaku sangat bersyukur dengan adanya program tersebut. Selama ini, akses menuju kebun dan sawah cukup sulit, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya jalan baru yang lebih lebar dan dilengkapi drainase, aktivitas pertanian diyakini akan semakin lancar dan produktivitas meningkat.
Program TMMD ke-127 ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Selain sasaran fisik, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pertanian juga turut dilaksanakan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Melalui TMMD, TNI AD kembali menegaskan komitmennya dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Kehadiran Satgas di Pulau Lepar diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bagi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih sejahtera.





