Rutan Mentok Klarifikasi Keberadaan Warga Binaan di Luar Rutan Untuk Program Pembinaan, Klinik Pratama Jadi Sarana Pembinaan

Salah satunya melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di lingkungan luar tembok Rutan Mentok. Program tersebut antara lain bergerak di bidang ketahanan pangan, seperti peternakan ayam petelur, perkebunan dan Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembinaan produktif kepada warga binaan agar memiliki keterampilan, pengalaman kerja, serta kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Selain bidang ketahanan pangan, Rutan Muntok juga memiliki Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok yang telah memberikan pelayanan kesehatan. Klinik tersebut tidak hanya melayani warga binaan, tetapi juga dapat memberikan pelayanan kepada keluarga warga binaan dan masyarakat umum sesuai ketentuan yang berlaku, setelah mendapatkan fasilitas kepesertaan BPJS.

Warga binaan Yudi ditugaskan untuk membantu mempersiapkan kegiatan senam Prolanis yang di motori oleh Klinik Pratama Rutan Muntok, dan BPJS, ia sering dikawal untuk membantu mengambil bantuan obat bagi warga binaan dari dinas kesehatan Bangka Barat, karena yang bersangkutan ditempatkan dalam program asimilasi kerja sosial membantu pelayanan klinik dan ketahanan pangan yg ada di Rutan Muntok.

Hal ini adalah salah satu proses reintegrasi sosial bagi WB tersebut untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dan mengembalikan kepercayaan diri bahwa mereka masih bisa berguna bagi masyarakat.

Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Muntok mendukung arah kebijakan pemasyarakatan, termasuk pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan kesehatan.

Pihak Rutan Muntok memastikan setiap pelaksanaan program pembinaan tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme pengawasan terhadap warga binaan yang menjalani program di luar Rutan.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Rutan Muntok berharap informasi mengenai keberadaan Yudi di luar Rutan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rutan Muntok juga menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh program pembinaan warga binaan secara profesional, transparan, terukur, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pihak Rutan menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap keberadaan maupun aktivitas warga binaan di luar Rutan sebelum memperoleh informasi secara utuh dari pihak yang berwenang.

“Program pembinaan dan pemberian hak-hak warga binaan dilaksanakan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Setiap warga binaan yang mendapatkan hak tersebut tetap memiliki kewajiban untuk menaati aturan dan mengikuti mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan,”ujar Karutan.

Pos terkait