Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Kabupaten Bangka Selatan, Andri Fahrial, memastikan berbagai kebutuhan kontingen telah dipersiapkan, termasuk fasilitas penginapan bagi atlet, pelatih, dan ofisial.
Andri mengakui anggaran KONI Bangka Selatan sebesar Rp2,4 miliar termasuk salah satu yang terkecil di Bangka Belitung. Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk memberikan fasilitas yang layak bagi kontingen.
“Alhamdulillah, meski anggaran kami Rp2,4 miliar dan termasuk terkecil se-Bangka Belitung, untuk fasilitas atlet sudah kita siapkan.
Tidak ada lagi atlet yang menginap di sekolah dan di rumah. Semuanya sudah kita siapkan di penginapan, hotel, dan Asrama Haji untuk para atlet dan ofisial. Selain itu, atlet, pelatih, dan manajer juga mendapatkan uang saku,” ujar Andri.
Ia menjelaskan, penempatan penginapan disesuaikan dengan lokasi pertandingan masing-masing cabang olahraga.
Atlet basket, renang, dan pencak silat yang bertanding di Sungailiat, Kabupaten Bangka, akan menginap di Hotel Menumbing. Sementara kontingen dari 15 cabang olahraga ditempatkan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.
Adapun atlet dari dua cabang olahraga yang bertanding di Kabupaten Bangka Tengah akan menginap di Tirta Kumala.
Andri berharap seluruh atlet, pelatih, dan ofisial dapat fokus menghadapi pertandingan tanpa terbebani persoalan fasilitas maupun tempat tinggal.
“Kami ingin agar seluruh atlet, pelatih, dan ofisial dapat lebih fokus menghadapi pertandingan tanpa harus terbebani persoalan fasilitas maupun tempat tinggal,” pungkasnya.
Dengan persiapan tersebut, kontingen Bangka Selatan diharapkan mampu tampil maksimal, meningkatkan prestasi olahraga daerah, serta mewujudkan target menembus tiga besar Porprov VII Babel 2026.
