Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026

Sebelum menjadi bagian dari delegasi Indonesia, para murid mengikuti rangkaian seleksi yang berawal dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi. Kemudian, para pemenang OSN mengikuti pembinaan dan seleksi secara bertahap hingga terpilih lima murid terbaik yang mewakili Indonesia di IOAA 2026.

Salah satunya adalah Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa. “Ajang tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain berkompetisi, kami membangun jejaring dengan murid dari seluruh dunia,” ungkap Zhafif.

Zhafif turut merasakan bahwa perjalanan mengikuti OSN hingga ajang internasional memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkuat kemampuan, tetapi juga membentuk karakter.

“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah _privilege_. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” tambah Zhafif.

Sementara itu, orang tua Muhammad Zhafif, yakni Muhammad Joni, mengaku bangga atas capaian putranya yang berhasil meraih medali pada IOAA 2026.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucap Muhammad Joni.

Pengalaman mengesankan juga disampaikan Yugo Deandra Wirayudha, dari SMA Negeri 1 Purwokerto.

“IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bagi saya. Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” tuturnya.

IOAA 2026 merupakan kompetisi internasional bidang astronomi dan astrofisika bagi murid pendidikan menengah.

Tahun ini, kompetisi berlangsung di Hanoi dengan pusat kegiatan akademik di Phenikaa University. Sebanyak 320 peserta dari 66 negara berkompetisi pada ajang tersebut.

Pos terkait