Ia menambahkan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan juga sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini.
Di lapangan, pengerjaan dilakukan secara intensif. Satgas TMMD bersama masyarakat terus kebut pekerjaan siang dan malam untuk memastikan target rampung tepat waktu. Meski demikian, tantangan cuaca menjadi faktor yang kerap menghambat proses pembangunan.
Cuaca yang tidak menentu, terutama hujan yang turun secara tiba-tiba, membuat pengerjaan jalan harus dihentikan sementara demi menjaga kualitas hasil pekerjaan. Namun ketika cuaca cerah, personel Satgas langsung memaksimalkan waktu yang ada untuk mengejar progres.
“Kami berkomitmen agar pada saat penutupan TMMD nanti seluruh sasaran fisik, terutama pembukaan jalan, dapat selesai 100 persen. Karena itu, saat cuaca mendukung, pengerjaan kami lakukan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Masyarakat Pulau Lepar menyambut baik program ini. Mereka berharap jalan yang tengah dibangun dapat memangkas waktu tempuh dan memudahkan distribusi hasil pertanian. Selama ini, akses yang sulit membuat biaya angkut menjadi lebih tinggi dan menyulitkan petani.
Dengan adanya pembangunan jalan, sumur bor, serta renovasi rumah dan fasilitas umum, warga optimistis kualitas hidup mereka akan meningkat. Program TMMD ke-127 ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Bangka Selatan.
Kehadiran TNI melalui TMMD kembali membuktikan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, dan mendorong percepatan pembangunan hingga ke pelosok negeri.





