Kasus kebakaran tertinggi tercatat pada Agustus 2026, yakni sekitar 37 kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan kebakaran hutan, 33 kebakaran lahan dan satu kebakaran kapal.
“Karena itu, apel kesiapsiagaan hari ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran secara terpadu,” katanya.
Debby kemudian menekankan pentingnya lima langkah utama. Pertama, memperkuat pencegahan dan deteksi dini melalui pemantauan hotspot serta patroli di wilayah rawan. Kedua, meningkatkan sinergi seluruh unsur dalam penanganan Karhutla.
Ketiga, memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Keempat, memastikan seluruh peralatan pemadam, kendaraan operasional dan pasokan air dalam kondisi siap digunakan.
Kelima, keselamatan petugas dan relawan harus menjadi prioritas dalam setiap proses pemadaman.
“Di atas segala upaya pemadaman, keselamatan jiwa para petugas dan relawan di lapangan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Apel tersebut melibatkan Kodim 0432/Bangka Selatan, Satpol PP, Damkar, Basarnas, BPBD, Dinas Kehutanan dan PT PLN (Persero) Rayon Toboali. Sejumlah personel beserta kendaraan operasional dan alat pelindung diri juga disiagakan.
Debby mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja menjaga masyarakat dan lingkungan Bangka Selatan. Ia berharap sinergi lintas sektor dan semangat gotong royong dapat menekan potensi Karhutla selama musim kemarau.
“Melalui semangat gotong royong, saya optimis kita mampu melewati musim kemarau ini dengan meminimalkan potensi bencana asap akibat Karhutla,” pungkasnya.
