Alias Wello Bongkar Rahasia Organisasi Kuat di Rakernas III PJS: Mandiri, Idealis, dan Profesional!

Menurutnya, koperasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong kemandirian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan anggota.

Dengan adanya koperasi, organisasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berhimpun dan memperjuangkan kepentingan profesi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh anggotanya.

“Organisasi harus mampu membangun kemandiriannya sendiri. Jangan hanya berpikir bagaimana organisasi bisa berjalan, tetapi juga bagaimana organisasi bisa memberikan manfaat dan menjadi rumah bagi seluruh anggotanya,” demikian pesan Awe.

Gagasan tersebut menjadi refleksi penting bagi PJS untuk mulai memikirkan model penguatan ekonomi organisasi yang produktif, terukur, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

*Pers Harus Hadir Mengawal Ketahanan Pangan*

Tidak hanya berbicara tentang organisasi, Awe turut menyoroti isu ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian dalam Rakernas III PJS.

Menurutnya, pangan bukan semata-mata persoalan produksi dan distribusi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat serta kekuatan suatu bangsa.

Dalam konteks tersebut, insan pers memiliki peran strategis untuk mengawal berbagai kebijakan dan program ketahanan pangan melalui pemberitaan yang informatif, kritis, objektif, dan berimbang.

Pers harus mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Awe juga mengibaratkan organisasi sebagai sebuah rumah besar. Rumah yang baik bukan hanya menyediakan tempat untuk berkumpul, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap penghuninya untuk berkembang, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya.

Filosofi tersebut menjadi pesan bahwa PJS harus terus memperkuat kebersamaan, membuka ruang partisipasi, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun organisasi.

Sebagaimana diketahui, Rakernas III PJS secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Kegiatan nasional yang berlangsung pada 4–5 November 2026 tersebut diikuti pengurus dan anggota PJS dari berbagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, Ketua Umum KOPEK Prof. Nelson Pomalingo, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ariastuti Sirait, perwakilan Forkopimda Kepulauan Riau, serta sejumlah undangan lainnya.

Kehadiran Alias Wello memberikan warna tersendiri dalam forum nasional tersebut. Pengalamannya sebagai insan pers, Bupati Lingga periode 2016–2021, sekaligus pelaku usaha menghadirkan perspektif luas tentang pentingnya kepemimpinan, kemandirian, dan tata kelola organisasi.

Melalui berbagai pandangan yang disampaikannya, Awe mengajak seluruh keluarga besar PJS untuk tidak cepat berpuas diri. Organisasi harus terus berbenah, memperkuat pengkaderan, menjaga idealisme, meningkatkan kompetensi, serta membangun kekuatan ekonomi secara mandiri.

Sebab, organisasi yang benar-benar kuat bukan hanya organisasi yang besar namanya, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin, menjaga nilai perjuangan, menyejahterakan anggotanya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan Awe menjadi pengingat bahwa masa depan PJS tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga oleh seberapa kuat sistem dan generasi penerus yang dipersiapkan untuk hari esok. (PJS)

Pos terkait